Tuduhan Kristenisasi Propaganda Murahan Politikus SARA

Kekristenan tidak mengenal Kristenisasi.  Itu harus dicatat dengan tinta tebal baik bagi pengikut Kristus maupun pemeluk agama lain, terutama para politikus, dan pejabat publik yang kerap menggunakan isu ini untuk kepentingan politik.

Related: Pernyataan Sultan Tentang Baksos Mengungkap Kenapa Intoleransi Semakin Tinggi

Tokoh sentral dalam iman Kristen adalah Yesus Kristus yang dipercaya mati di kayu Salib di Golgota karena konspirasi iman-imam Yahudi dan pejabat Romawi. Dipercaya bangkit di hari ketiga,bagi umat Kristen, Yesus Kristus tidak hanya menjadi tokoh, tapi juga Tuhan (Kurios).

Kematian dan kebangkitanNya memiliki otoritas (authority) dan kuasa (power) untuk membangun Ekklesia atau tubuh Kristus atau Gereja Universal  dan juga disebut christendom atau kekristenan dalam bahasa yang dimengerti umum.

Artinya, kekristenan tidak dimulai dengan pedang, dan perang, tetapi justru dimulai dari kematian Tuhan yang disertai kemenangan atas maut melalui kebangkitanNya.

Kalau kekristenan berkembang, bukan karena mengkristenkan dengan cara perang ataupun karena diakonia (pelayanan-pelayanan sosial) yang dilakukan. Tapi karena otoritas dan kuasa Yesus Kristus yang diakui sebagai Raja di bumi dan di surga.

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

PerintahNya jelas untuk mengajar, bukan memaksa, membujuk, atau bahkan menakut-kati sampai membunuh melalui perang-perang.  300 tahun pertama sejak Yesus, kekristenan dipenuhi dengan martir karena mempertahankan iman.

Perang Salib yang tejadi di abad pertengahan setelah jamannya Konstantin, tidak bisa menjadi sebuah model kekristenan yang benar. Dan sudah diakui sebagai sejarah kelam kekristenan yang disebabkan karena kekristenan yang diinstitusikan oleh Konstantin.

Tuduhan Gold, Glory, and Gospel yang konon dilakukan kerajaan Inggris yang kemudian dilabelkan sebagai pola kristenisasi sangat mengganggu, bahkan menyakitkan bagi umat Kristen.  Karena jelas itu hoax, dan kebohongan politis yang terus dipertahankan demi kepentingan-kepentingan politik.

Kekristenan dimulai dari iman yang sangat pribadi kepada pribadi dan pekerjaan Kristus.  Konsep kristenisasi tidak dikenal sama sekali dalam kekristenan aliran mainstream manapun (setahu saya).

Mulai dari Oikumene (ecumenical), Injili (evangelical), sampai kepada pentakota (pentecostal) atau yang liberal sekalipun, Kekristenan pada dasaranya sangat humanis bahkan cenderung spiritual dan sangat terbuka.

Perlu dicatat, radikalisme berdasarkan agama kristen jelas ada seperti Klux Klux Clan, tapi tentunya tidak bisa dijadikan model kekristenan yang umum.

Melabel baksos dengan Kristenisasi adalah bagian dari propaganda murahan para politikus SARA demi kepentingan kekuasaan.  Melayani sesama manusia dengan judul apapun bukanlah sesuatu yang menakutkan. seharusnya semua agama mendukung!

Pindah Agama

Selain alasan politis, isu Kristenisasi muncul takut jumlah Kristen meningkat alias pindah agama.  Sebuah alasan naif dan termasuk mempermalukan agama masing-masing.

Beragama adalah Hak Asasi Manusia, berarti pindah agama pun adalah hak masing-masing. Orang Kristen yang pindah ke agama lain pun tidak sedikit. Mengapa mereka pindah? Ya karena belum yakin dengan agamanya sendiri, dan masih mencari yang pas.  Kalau sudah yakin dan pas tidak mungkin orang pindah agama.

Negara harus menjamin semua aktifitas agama dan juga yang bersinggungan dengan ruang-ruang publik. Semua harus diberi kesempatan dan berdialog dengan bebas.

Dalam dialog-dialong akan muncul dinamika dan interaksi, dan selama itu tidak melanggar hukum pidana, dan batas-batas moral, biarkan semua berjalan dengan natural.

Ketakutan pindah agama sama absurdnya dengan kebanggaan orang-orang yang pindah agama (artis, tokoh, dan lain lain).  Tidak ada yang istimewanya, justru yang istimewa adalah ketakutan dengan baksos, batu di kali, lambang ambulan, sampai dengan bunga dan lilinnya Ahok.  Itu baru benar-benar istimewa, bloonnya.  Dah gitu aja. Bye.

Hanny Setiawan

Referensi:

Mencurigai Umat Kristen

Please follow and like us: